Senin, 18 Januari 2010

Terpal lebaran haji


Setiap mendekati hari raya idul adha 10 dzulhijjah atau yang biasa kita kenal dengan nama lebaran haji, di pinggir-pinggir jalan kita lihat banyak sekali orang-orang yang berjualan hewan qurban. Hewan qurban yang dijual adalah kambing, domba, sapi, dan kerbau. Walaupun katanya unta adalah yang paling afdhal sebagai hewan qurban, namun seumur-umur sepertinya kita belum lihat ada yang berjualan unta sebagai hewan qurban di indonesia. Ya iyalah, kalau peternak kambing, domba, sapi, dan kerbau mah banyak sekali ditemukan di Indonesia. Tapi mana ada yang berternak unta? Mungkin hewan padang pasir tersebut tidak cocok hidup di negara kita yang beriklim tropis ini ya?

Balik lagi ke para pedagang musiman yang cuma menjual hewan qurban itu setahun sekali. Hewan-hewan qurban yang mereka jual itu mereka tampung di dalam tenda darurat yang terbuat dari terpal. Karena bahan terpal ini kan sifatnya tidak tembus pandang dan juga waterproof. Sehingga diharapkan hewan-hewan qurban yang ditampung di bawah tenda darurat itu bisa terlindung dari panas matahari dan guyuran hujan. Soalnya kalau kepanasan dan kehujanan takut kambing, domba, sapi, dan kerbau nya jadi pada pilek. Padahal salah satu syarat hewan yang bisa disembelih pada hari raya idul adha adalah yang sehat.

Bahan terpal memang sangat luas penggunaannya. Selain sebagai bahan pembuat tenda, terpal juga banyak manfaatnya dalam bidang pertanian dan peternakan, diantaranya yang sebagai penutup atap kandang hewan ternak. Selain itu juga digunakan sebagai penutup kolam ikan, dan alas untuk menjemur padi atau gabah.